Penggunaan beton untuk pekerjaan jalan dan jembatan sudah lama digunakan di negara Indonsia. Hal ini karena beton memiliki kelebihan dibandingkan dengan bahan lainnya.
Mutu beton yang digunakan dalam pekerjaan jalan dan jembatan adalah sebagai berikut:
1. Beton mutu tinggi, kuat tekan antara 35 – 65 Mpa setara K400 – K800.
- Umumnya digunakan untuk beton prategang seperti tiang pancang beton prategang, gelagar beton prategang, pelat beton prategang dan sejenisnya.
2. Beton mutu sedang, kuat tekan antara 25 – <35 Mpa setara K250 -<K400.
- Umumnya digunakan untuk beton bertulang seperti pelat lantai jembatan, gelagar beton bertulang, diafragma, kerb, beton pracetak, gorong-gorong beton bertulang, bangunan bawah jembatan.
3. Beton mutu rendah,
- Untuk kuat tekan 15 – <20 Mpa setara K175 – <K250 umumnya digunakan untuk struktur beton tanpa tulangan seperti beton siklop, trotoar dan pasangan batu kosong yang diisi adukan, pasangan batu.
- Untuk kuat tekan 10 – <15 Mpa setara K125 – <K175 umumnya digunakan sebagai lantai kerja, penimbunan kembali dengan beton.
Pelaksanaan pembetonan baik untuk jalan maupun jembatan saat ini telah mengalami kemajuan baik dari segi teknologi beton ataupun teknologi pelaksanaannya.
Oleh karena itu, perlu acuan untuk pelaksanaaan pembetonan tersebut supaya menghasilkan kualitas yang sesuai rencana. Sebagai acuan dapat digunakan pedoman Pelaksanaan Pekerjaan Beton untuk Jalan dan Jembatan (Pd-07-2005-B).
Dalam Pedoman ini antara lain menjelaskan mengenai persyaratan umum, bahan yang disyaratkan, bagaimana pencampuran dan penakarannya, pelaksanaan pengecoran, pengendalian mutu dilapangan.
Untuk lebih lanjut mengenai Pelaksanaan Pekerjaan Beton untuk Jalan dan Jembatan (Pd-07-2005-B) silahkan dapat di unduh disini.
Tanah dasar jalan merupakan pondasi bagi perkerasan baik perkerasan yang terdapat pada alur lalu-lintas maupun bahu. Dengan demikian tanah dasar merupakan konstruksi terakhir yang... Read More
Panduan Geoteknik yang dibuat pada proyek Indonesian Geotechnical Materials and Construction (IGMC) ini dirancang sebagai sebuah studi terhadap tanah lunak dan tanah lapukan tropis... Read More
Sistem drainase merupakan serangkaian bangunan air yang berfungsi untuk mengurangi dan atau membuang kelebihan air dari suatu kawasan ke badan air (sungai dan danau)... Read More
Berdasarkan Pedoman Pelaksanaan Perkerasan Jalan Beton Semen (Pd T-05-2004-B) prosedur pelaksanaan perkerasan beton mencakup persyaratan bahan, penyiapan tanah dasar dan lapis pondasi, penyiapan pembetonan,... Read More
Konstruksi jalan di atas tanah ekspansif. Tanah ekspansif adalah tanah atau batuan yang kandungan lempungnya memiliki potensi kembang-susut akibat perubahan kadar air. Tanah ekspansif... Read More
No comment for Pelaksanaan Pekerjaan Beton untuk Jalan dan Jembatan