Gambut merupakan jenis tanah yang memiliki sifat khusus. Gambut (peat,moor,mire,fen) adalah tanah lunak organik yang mempunyai daya dukung yang sangat rendah. Gambut memiliki daya dukung (bearing capacity) yang sangat rendah. Hal ini menyebabkan gambut biasanya tidak cocok untuk didirikan struktur besar seperti gedung, jembatan, dan lain-lain. Daya dukung gambut sangat rendah karena tanah ini memiliki kadar air yang tinggi. Tanah ini juga memiliki sifat plastisitas yang tinggi. Dengan kata lain, tanah ini mudah berubah bentuk ketika dipengaruhi beban. Tanah ini juga bergerak secara perlahan ketika dipengaruhi oleh beban. Oleh karena itu, tanah ini tidak cocok untuk struktur yang berat.
Gambut mengandung bahan organik lebih dari 30%. Sebagai campuran dari fragmen dan material organik yang berasal dari tumbuh-tumbuhan yang telah mati, lapuk dan membusuk.
Proses pembentukannya dipengaruhi oleh iklim, hujan, pasang-surut, jenis tumbuhan rawa, bentuk topografi, jenis dan jumlah biologi yang melakukan dekomposisi, serta lamanya proses dekomposisi tersebut berlangsung.
Klasifikasi Tanah Gambut :
Berdasarkan faktor pembentukannya (Polak ,1961):
Berdasarkan batuan induk yang membentuknya (Backman, 1969):
Berdasarkan ketebalannya (Noor, 2001):
Berdasarkan kematangannya:
Kandungan Air dan Batas Cair Tanah Gambut
Semakin tinggi derajat dekomposisinya, kandungan air dan batas cairnya akan makin mengecil. Hal ini disebabkan semakin tinggi proses dekomposisi akan menyebabkan semakin mengecil ruang di dalam partikel serat dan antar partikel serat serta struktur serat gambut akan rusak menjadi bentuk amorf. Sebaliknya, semakin rendah derajat dekomposisi, maka struktur dan ruang antar serat serta struktur serat gambut masih dalam keadaan baik sehingga kondisi endapan gambut tersebut semakin tinggi kandungan air dan batas cairnya.
Bulk Density dan Kandungan Gas Tanah Gambut
Cenderung sangat rendah dan bervariasi, tergantung pada kandungan material organiknya yang dicerminkan pada spesifik gravity, kandungan air, derajat kejenuhan dan perbandingan ruang antar serat (void ratio)
Hasil Pengujian Hobbs (1986) :
– Lempung gambutan; Bulk Density 1 – 1,3 ton/m3
– Gambut Fen; Bulk Density 1,05 – 1,118 ton/m3
– Gambut transisi; Bulk Density 0,88 – 1,1 ton/m3
– Gambut bog; Bulk Density 0,97 – 1,03 ton/m3
Bilamana muka air tanah turun, proses oksidasi terjadi pada endapan gambut dengan menghasilkan karbon dioksida (Noor Endah Mochtar, 1996).
Tanah Gambut secara umumnya memiliki kadar pH yang rendah, memiliki kapasitas tukar kation yang tinggi, kejenuhan basa rendah, memiliki kandungan unsur K, Ca, Mg, P yang rendah dan juga memiliki kandungan unsur mikro (seperti Cu, Zn, Mn serta B) yang rendah pula.
Masalah utama di areal gambut (peat) yang utama adalah sifatnya yang sangat compressible dimana lapisannya akan memiliki potensi penurunan (settlement) yang sangat besar ketika dibebani di atasnya. Semakin tebal lapisan gambutnya, semakin besar settlement yang dapat terjadi.
Secara teknis tanah gambut tidak baik sebagai dasar konstruksi bangunan karena mempunyai kadar air sangat tinggi, kompresibilitas atau kemampatannya tinggi serta daya dukung sangat rendah (extremely low bearing capacity).
Gambut juga dapat mudah terbakar. Ini karena kandungan karbon (CO2) dalam tanah ini yang tinggi. Biasanya, gambut memiliki kandungan karbon yang lebih tinggi daripada tanah lainnya. Hal ini membuat gambut mudah terbakar ketika terkena asap atau api. Gambut juga merupakan habitat yang baik bagi berbagai hewan dan tumbuhan. Tanah ini memiliki nutrisi yang baik untuk tanaman.
Pekerjaan Jalan Kurang memadainya drainase jalan dapat menjadi salah satu penyebab kerusakan konstruksi jalan. Oleh karena itu perencanaan sistem drainase jalan harus dilaksanakan dengan... Read More
Tanah dasar jalan merupakan pondasi bagi perkerasan baik perkerasan yang terdapat pada alur lalu-lintas maupun bahu. Dengan demikian tanah dasar merupakan konstruksi terakhir yang... Read More
Konstruksi Jalan di Tanah Gambut 2 lanjutan dari artikel sebelumnya disini. Bahwa areal gambut yang luas untuk konstruksi jalan, biasanya dengan cara memperbaiki areal... Read More
Indonesia memiliki lahan gambut seluas 27.000.000 Ha terpusat di Pulau-pulau Kalimantan, Sumatera dan Irian Jaya. Beberapa daerah Indonesia memiliki lapisan gambut yang sangat dalam.... Read More
Banyak sekali keluhan warga kota tentang kondisi jalan yang rusak melalui media massa. Memang akibat kerusakan jalan sangat mengganggu kenyamanan penguna jalan serta berkaitan... Read More
3 Comments for Apa itu Gambut dan Kegunaannya?
The best information i have found exactly here. Keep going Thank you